1.
Kalimat Tunggal
Adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa. Hal ini
berarti bahwa kostituen (untuk bahasa yang merupakan bagian dar satuan yang
lebih besar) untuk tiap unsure kalimat, seperti subjek dan predikat, hanyalah
satu atau merupakan kesatuan. Dalam kalimat tunggal tantu saja terdapat semua
unsur wajib yang dipelukan. Disamping itu, tidak mustahil ada pula unsure
manasuka seperti keterangan tempat, waktu, dan alat. Dengan demikian, kalimat
tunggal tidak selalu dalam wujud yang pendek, tetapi juga dapat panjang seperti
terlihat pada contoh berikut
a.
Dia akan pergi.
b.
Kami mahasiswa Atma Jaya.
c.
Mereka akan membentuk kelompok belajar.
d.
Guru matematika kami akan dikirim ke luar negri.
e.
Pekerjaan dia mengawasi semua narapidana di
sini.
ΓΌ
Kalimat Berpredikat Adjektival
Predikat kalimat dalam bahasa Indonesia dapat pula berupa adjectival atau
vrasa adjectival seperti terlihat pada
contoh yang berikut.
a.
Ayahnya sakit.
b.
Pernyataan orang itu benar.
c.
Alasan para pengunjuk rasa agak aneh.
Pada ketiga contoh diatas, subdjek kalimat itu masing –
masing adalah ayahnya, pernyataan orang
itu, dan alasan para pengunjuk rasa, sedangkan predikatnya adalah sakit, benar, dan agak ane. Kalimat yang
predikatnya adjektiva sering juga dinamakan kalimat statif. Kalimat statif
kadang – kadang memanfaatkan verba adalah untuk memisahkan subjek dari
predikatnya. Hal itu dilakukan bila subjek, predikat, atau kedua-duanya
panjang. Perhatikan contoh berikut.
a.
Pernyataan ketua gabungan Koperasi itu adalah tidak benar.
b.
Gerakan badannya pada tarian yang pertama adalah anggun dan mempesona.
c.
Tindakan main hakim sendiri oleh penduduk desa
itu adalah tidak sesuai dengan rasa
kemanusiaan kita.
Predikat dalam kalimat statif kadang – kadang diikuti oleh
kata atau frasa lain. Perhatikan contoh yang berikut.
a.
Ayah sakit perut.
b.
Warna bajunya biru laut.
c.
Orang itu
memang tebal kepercayaannya.
d.
Dia berani melawan
gurunya.
e.
Saya takut akan
kekuasaan Tuhan.